Pesan Anies Baswedan: Liga RMOL Tempat Tumbuh dan Berkembangnya Calon Pemenang Piala Dunia

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat memberi sambutan dalam kompetisi Liga RMOL pekan ketiga, Sabtu (24/9)/RMOL
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat memberi sambutan dalam kompetisi Liga RMOL pekan ketiga, Sabtu (24/9)/RMOL

Liga RMOL 2022 pekan ketiga berlangsung menarik lantaran dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di GSPORT Arcici Sport Center, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (24/9)


Secara khusus, orang nomor satu di Jakarta ini mengapresiasi gelaran Liga RMOL 2022 yang mempertandingkan kategori U-13 dan U-16. Bagi Anies, kompetisi anak-anak remaja ini bagus untuk memfasilitasi sekaligus menjaring bibit-bibit unggul atlet sepak bola nasional sejak dini.

Anies lantas mengibaratkan penjaringan bibit atlet ini sebagai sebuah tanaman yang memerlukan sejumlah unsur agar bisa tumbuh dan berembang.

“Yang sedang terjadi hari ini (di Liga RMOL), ini menarik, bibitnya dari rumah (peran orang tua), tanahnya dari RMOL (penyelenggara). Karena ini jadi tempat untuk tumbuh dan berkembang,” ujar Anies dalam sambutannya.

Anies menuturkan, selain faktor keluarga, lalu penyelenggara, juga diperlukan iklim dan ekosistem yang mendukung agar para atlet sepak bola nasional dapat terus bertumbuh hingga menjadi pemain andal.

“Ekosistemnya apa? PSSI, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota. Itu iklim yang sehat. Nah, mudah-mudahan dengan turnamen RMOL yang ambil tanggung jawab bukan hanya turun tangan, tapi turun tanah,” tuturnya.

Melalui pembinaan sejak dini, Anies juga berharap Indonesia ke depan memiliki pemain sepak bola kelas dunia.

"Kita ingin tim Indonesia bisa masuk final piala dunia. Karena itu prosesnya dari begini ini (kompetisi Liga RMOL) yang amat baik,” sambungnya.

Lebih lanjut, Anies berpesan kepada para tim yang bermain di Liga RMOL 2022 untuk tetap menjaga sportivitas dalam bertanding. Sebab menurutnya, lawan sepak bola adalah teman olahraga.

“Jaga sportivitas. Ingat lawan sepak bola adalah teman olahraga. Saya ulang ya, lawan sepak bola adalah teman olahraga. Jadi selama nanti bermain jaga sportivitas. Ingat, tidak ada musuh, kalau lawan itu saling menguatkan, kalau musuh saling menghakimi,” tandasnya.